Pengertian
Teknik sipil adalah bidang teknik yang berhubungan dengan desain, konstruksi, dan pemeliharaan lingkungan fisik dan bangunan alami, termasuk pekerjaan di bidang jalan, jembatan, kanal, bendungan, dan bangunan. Teknik Sipil merupakan teknik tertua setelah teknik militer. Teknik Sipil secara umum dibagi menjadi beberapa cabang-cabang ilmu, seperti teknik lingkungan, rekayasa geoteknik, geofisika, geodesi, teknik struktural, biomekanik, nanoteknologi, rekayasa transportasi, ilmu bumi, ilmu atmosfer, forensik teknik, teknik kota atau perkotaan, rekayasa sumber daya air, bahan rekayasa, rekayasa pesisir, survei, dan rekayasa konstruksi. Teknik Sipil Berguna pada semua sektor, seperti di sektor publik dari kota hingga pemerintah nasional, dan di sektor swasta dari individu pemilik rumah sampai perusahaan internasional.
Cabang-cabang ilmu Teknik Sipil
Teknik struktural berkaitan dengan desain struktural dan analisis struktur bangunan, jembatan, menara, jalan layang, terowongan, dari struktur pantai seperti ladang minyak dan gas di laut, struktur air dan struktur lainnya. Teknik struktural melibatkan identifikasi beban yang bekerja pada struktur, gaya dan tekanan yang timbul dalam struktur, dan merancang struktur supaya dapat menahan beban yang bekerja pada struktur. Beban bisa berupa berat dari struktur itu sendiri, beban mati, beban hidup, beban bergerak (roda), beban angin, beban gempa, beban dari perubahan suhu, dll. Insinyur struktur harus merancang struktur yang aman bagi setiap orang. Karena sifat dari beberapa kondisi pembebanan, cabang-cabang ilmu dalam teknik struktural telah muncul, termasuk rekayasa angin dan rekayasa gempa.
Teknik geoteknik adalah cabang teknik sipil yang berkaitan dengan batu dan tanah. Pengetahuan dari bidang geologi seperti ilmu material dan pengujian, mekanik, dan hidrolik dibutuhkan dan diterapkan oleh para insinyur geoteknik guna membuat desain fondasi, dinding, dll. yang aman dan ekonomis. Masalah lingkungan yang berkaitan dengan tanah dan pembuangan limbah menyebabkan lahirnya studi baru yang disebut rekayasa geoenvironmental.
Cabang yang mempelajari masalah dalam proyek konstruksi yang berkaitan dengan ekonomi, penjadwalan pekerjaan, pengembalian modal, biaya proyek, semua hal yang berkaitan dengan hukum dan perizinan bangunan hingga pengorganisasian pekerjaan di lapangan sehingga diharapkan bangunan tersebut selesai tepat waktu.
Cabang yang mempelajari air, distribusi, pengendalian dan permasalahannya. Mencakup bidang ini antara lain cabang ilmu hidrologi air (berkenaan dengan cuaca, curah hujan, debit air sebuah sungai, dsb. hidrolika (sifat material air, tekanan air, gaya dorong air, dsb. dan bangunan air seperti pelabuhan, irigasi, waduk/bendungan(dam), kanal.
Cabang yang mempelajari permasalahan-permasalahan dan isu lingkungan. Mencakup bidang ini antara lain penyediaan sarana dan prasarana air bersih, pengelolaan limbah dan air kotor, pencemaran sungai, polusi suara dan udara hingga teknik penyehatan.
Cabang yang mempelajari mengenai sistem transportasi dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Mencakup bidang ini antara lain konstruksi dan pengaturan jalan raya, konstruksi bandar udara, terminal, stasiun dan manajemennya.
Cabang baru yang mempelajari penerapan Komputer untuk perhitungan/pemodelan sebuah sistem dalam proyek Pembangunan atau Penelitian. Mencakup bidang ini antara lain dicontohkan berupa pemodelan Struktur Bangunan (Struktural dari Materi atau CAD), pemodelan pergerakan air tanah atau limbah, pemodelan lingkungan dengan Teknologi GIS (Geographic information system).
Keluasan cabang dari teknik sipil ini membuatnya sangat fleksibel di dalam dunia kerja. Profesi yang didapat dari seorang ahli bidang ini antara lain: perancangan/pelaksana pembangunan/pemeliharaan prasarana jalan, jembatan, terowongan, gedung, bandar udara, lalu lintas (darat, laut, udara), sistem jaringan kanal, drainase, irigasi, perumahan, gedung, minimalisasi kerugian gempa, perlindungan lingkungan, penyediaan air bersih, survey lahan, konsep finansial dari proyek, manajemen projek dsb. Semua aspek kehidupan tercangkup dalam muatan ilmu teknik sipil.
Perbedaan dari arsitek, terletak pada posisi ahli teknik sipil dalam sebuah proyek. Arsitek menyumbangkan rancangan, ide, kemungkinan pelaksanaan pembangunan di atas kertas. Hasil rancangan tersebut diserahkan selanjutnya kepada staf ahli bidang teknik sipil untuk pelaksanaan pembangunan. Tahapan ini, ahli teknik sipil melakukan perbaikan/saran dari pelaksanaan perencanaan, koordinasi dalam proyek, mengamati jalannya proyek agar sesuai dengan perencanaan. Selain itu, ahli teknik sipil juga membangun konsep finansial dan manajemen proyek atas hal-hal yang memengaruhi jalannya proyek.
Ahli teknik sipil tidak hanya berurusan dengan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi di bidang lain seperti yang berkaitan dengan informatika, memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan program CAD, pemodelan kerusakan akibat gempa, banjir. Hal ini sangat penting di negara maju sebagai tolak ukur kelayakan pembangunan sebuah bangunan vital yang mempunyai risiko dapat menelan korban banyak manusia seperti reaktor nuklir atau bendungan, jika terjadi kegagalan perencanaan teknis. Rancangan bangunan tersebut biasanya dimodelkan dalam komputer dengan diberikan faktor-faktor ancaman bangunan tersebut seperti gempa dan keruntuhan struktur material. Peran ahli teknik sipil juga masih berlaku walaupun fase pembangunan sebuah gedung telah selesai, seperti terletak pada pemeliharaan fasilitas gedung tersebut.
